Argo Jati

Mengapa Stasiun Tawang Bermasalah ??

Posted in Berita, Perkeretaapian by Totok Purwo on 28/06/2009

TAHAP PERENCANAAN

Pelaksanaan “feasibility study” peninggian stasiun Semarang Tawang seharusnya melibatkan paling tidak 4 (empat) pakar bidang studi yaitu : pakar arkeologi, pakar hidrologi, pakar tata lingkungan dan pakar arsitektur bangunan kuno. Melihat kasusnya terkesan bahwa “feasibility study” tidak dilakukan atau tidak dilakukan dengan benar.

Perijinan peninggian stasiun Semarang Tawang harus dimintakan dulu ke Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang dan harus melalui tahap penerbitan rekomendasi dari Dirjen Sejarah dan Purbakala cq Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Tahap ini juga tidak dilakukan.

Penetapan alasan peninggian stasiun Semarang Tawang hanya berdasarkan dari satu sudut pandang yaitu gangguan terhadap pelayanan penumpang (masyarakat ??) yang hendak bepergian dengan kereta api dari stasiun Semarang Tawang. Sudut pandang bahwa bangunan tersebut sebagai BCB (Benda Cagar Budaya) agak dikesampingkan yaitu mengabaikan kaidah (guidence) penanganan BCB yang seharusnya mampu mengacu pada pasal 23 ayat 3 PP 10/1993 tentang pemintakatan (zonasi) situs dan lingkungan BCB yang dibagi atas mintakat inti, penyangga dan pengembangan.

Perencanaan yang tidak matang tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembuatan “technical study” dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang jelas-jelas menyimpang dari penanganan BCB sesuai UU 5/1992, PP 10/1993 dan keputusan konvensi internasional tentang BCB yang telah diratifikasi yaitu BURRA CHARTER dan VENICE CHARTER.

(lagi…)

Ditandai sebagai:, , ,
Comments Off

TAWANGKU SAYANG, TAWANGKU MALANG ….

Posted in Berita, Perkeretaapian by Totok Purwo on 25/06/2009

tawangStasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun dengan arsitektur terindah yang dibangun pada tahun 1911 dan selesai tahun 1914 dengan arsitek bernama Sloth Blauwboer. Namun sungguh sayang akibat perkembangan kota yang semakin pesat serta sistem tata kota yang belum pas dengan kondisi kota pinggir pantai maka stasiun Semarang Tawang sering digenangi banjir akibat hujan atau rob (rembesan air laut jika permukaan laut pasang).

Kondisi yang telah berulang selama bertahun-tahun ini telah membuat halaman dan peron stasiun Semarang Tawang telah mengalami peninggian 2 kali setinggi 150 cm sejak tahun 1990 sampai dengan 2008. Pada tahun 2009 ini stasiun tersebut akan ditinggikan lagi setinggi 90 cm yang mengakibatkan peninggiannya mencapai 240 cm. Sayangnya peninggian tersebut tidak serta merta meninggikan bangunan yang sejak tahun 1992 telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya dengan SK Walikota Madya Semarang nomor 646/50 tahun 1992.

Bangunan yang semula megah terlihat dari depan kini semakin “ndeprok” alias “kontet” alias “bogel” sehingga menghilangkan kemegahan asli bangunan tersebut. Kesan sebagai Benda Cagar Budaya sudah tidak terlihat lagi, bahkan stasiun itu saat ini terlihat lucu bagai berada di tengah kolam. Sungguh tragis nasib stasiun Semarang Tawang yang dulu diagung-agungkan sebagai karya seni tinggi kini hanya bagai sebuah bangunan tua tanpa seni dan nilai sejarah yang semakin menghilang bersama kekaguman masyarakat Semarang terhadap stasiun ini.

(lagi…)

PENYESUAIAN TARIF KELAS BISNIS RELASI CIREBON – KUTOARJO – YOGYAKARTA – SOLO

Posted in Tarif, Umum by Totok Purwo on 30/03/2009

2009-penyesuaian-tarif1Akhirnya setelah berusaha dan melakukan argumentasi dengan beberapa pihak yang berwenang di DAOP 3 Cirebon berhasil juga menggolkan sedikit ide tentang upaya penyesuaian tarif walaupun belum semua kelas kereta api.

Mulai tanggal 1 April 2009, beberapa tarif kereta api kelas bisnis dari Cirebon tujuan Kutoarjo dan Yogyakarta disesuaikan agar mampu bersaing dengan moda transportasi lain.

Kereta api yang tarifnya disesuaikan adalah KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta, KA Senja Utama Solo, KA Purwojaya dam KA Sawunggalih, sebagai berikut :

  • KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta relasi Cirebon – Yogyakarta semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
  • KA Senja Utama Solo relasi Cirebon – Solobalapan semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
  • KA Purwojaya relasi Cirebon – Purwokerto semula sebesar Rp. 80.000,- menjadi Rp. 50.000,-
  • KA Sawunggalih relasi Cirebon – Kutoarjo semula sebesar Rp. 75.000,- menjadi Rp. 50.000,-

(lagi…)

Ditandai sebagai:,

TANAM POHON JATI MAS SEBAGAI WUJUD PEDULI LINGKUNGAN HIDUP

Posted in Berita, Umum by Totok Purwo on 27/03/2009

2009-tanam-pohon-jati-masTanggal 25 Maret 2009 di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan, PURNOMO RADIQ YOGASWARA selaku KADAOP 3 Cirebon mencanangkan program peduli lingkungan hidup dengan menanam sebanyak 4000 pohon Jati Mas di wilayah DAOP 3 Cirebon. Sebanyak 2000 pohon telah ditanam sebelumnya sedangkan sebanyak 2000 pohon lagi diserahkan kepada Pemerintah Kota Cirebon untuk ditanam di wilayah kota Cirebon.

Tujuan dari penanaman pohon Jati Mas ini adalah mendukung program pemerintah dimana PT KA (Persero) juga mendapat jatah untuk menanam sedikitnya 10.000 pohon. Angka tersebut sebenarnya telah dapat terlampaui. Penanaman pohon ini juga bermaksud memanfaatkan lahan-lahan kosong milik PT KA agar dapat menimbulkan faedah bagi masyarakat.

(lagi…)

Ditandai sebagai:,

Direktur Komersil PTKA Kunjungi DAOP 3 Cirebon

Posted in Berita, Personalia by Totok Purwo on 27/03/2009

2009-dirkom-ke-cnBerbeda dengan biasanya jika Direksi melakukan kunjungan ke suatu daerah maka kabar kunjungan tersebut sudah diketahui beberapa hari sebelumnya sehingga memberi kesempatan daerah untuk berbenah terlebih dahulu dan menyiapkan acara penyambutan. Kali ini Direktur Komersil melakukan kunjungan ke DAOP 3 Cirebon secara mendadak pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2006 dengan menggunakan KA Fajar Utama Semarang dari Pasarsenen. Hal ini juga berbeda dari biasanya bahwa seorang Direksi melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api kelas bisnis.

Tiba di stasiun Cirebon jam 10.20 langsung disambut oleh KADAOP 3 Cirebon, PURNOMO RADIQ Y. beserta beberapa Kasi, Wasi dan Kasubsi. Dalam pembicaraan di ruang tunggu eksekutif Cirebon, Direktur Komersil sempat memberikan beberapa pengarahan antara lain tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan dan upaya-upaya meningkatkan pendapatan. KADAOP 3 Cirebon juga menyempatkan menjelaskan kondisi DAOP 3 Cirebon mengenai program-program tahun 2009 dan realisasi pencapaian program dalam triwulan I tahun 2009.

Selama kunjungan di Cirebon, Direktur Komersil berkenan melakukan inspeksi ke Griya Karya, PK/OC, Pusat Reservasi, Dipo Lok Cirebon dan Dipo Kereta Cirebon.

(lagi…)

Ditandai sebagai:,