PENYESUAIAN TARIF KELAS BISNIS RELASI CIREBON – KUTOARJO – YOGYAKARTA – SOLO
Akhirnya setelah berusaha dan melakukan argumentasi dengan beberapa pihak yang berwenang di DAOP 3 Cirebon berhasil juga menggolkan sedikit ide tentang upaya penyesuaian tarif walaupun belum semua kelas kereta api.
Mulai tanggal 1 April 2009, beberapa tarif kereta api kelas bisnis dari Cirebon tujuan Kutoarjo dan Yogyakarta disesuaikan agar mampu bersaing dengan moda transportasi lain.
Kereta api yang tarifnya disesuaikan adalah KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta, KA Senja Utama Solo, KA Purwojaya dam KA Sawunggalih, sebagai berikut :
- KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta relasi Cirebon – Yogyakarta semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
- KA Senja Utama Solo relasi Cirebon – Solobalapan semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
- KA Purwojaya relasi Cirebon – Purwokerto semula sebesar Rp. 80.000,- menjadi Rp. 50.000,-
- KA Sawunggalih relasi Cirebon – Kutoarjo semula sebesar Rp. 75.000,- menjadi Rp. 50.000,-
TANAM POHON JATI MAS SEBAGAI WUJUD PEDULI LINGKUNGAN HIDUP
Tanggal 25 Maret 2009 di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan, PURNOMO RADIQ YOGASWARA selaku KADAOP 3 Cirebon mencanangkan program peduli lingkungan hidup dengan menanam sebanyak 4000 pohon Jati Mas di wilayah DAOP 3 Cirebon. Sebanyak 2000 pohon telah ditanam sebelumnya sedangkan sebanyak 2000 pohon lagi diserahkan kepada Pemerintah Kota Cirebon untuk ditanam di wilayah kota Cirebon.
Tujuan dari penanaman pohon Jati Mas ini adalah mendukung program pemerintah dimana PT KA (Persero) juga mendapat jatah untuk menanam sedikitnya 10.000 pohon. Angka tersebut sebenarnya telah dapat terlampaui. Penanaman pohon ini juga bermaksud memanfaatkan lahan-lahan kosong milik PT KA agar dapat menimbulkan faedah bagi masyarakat.
Direktur Komersil PTKA Kunjungi DAOP 3 Cirebon
Berbeda dengan biasanya jika Direksi melakukan kunjungan ke suatu daerah maka kabar kunjungan tersebut sudah diketahui beberapa hari sebelumnya sehingga memberi kesempatan daerah untuk berbenah terlebih dahulu dan menyiapkan acara penyambutan. Kali ini Direktur Komersil melakukan kunjungan ke DAOP 3 Cirebon secara mendadak pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2006 dengan menggunakan KA Fajar Utama Semarang dari Pasarsenen. Hal ini juga berbeda dari biasanya bahwa seorang Direksi melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api kelas bisnis.
Tiba di stasiun Cirebon jam 10.20 langsung disambut oleh KADAOP 3 Cirebon, PURNOMO RADIQ Y. beserta beberapa Kasi, Wasi dan Kasubsi. Dalam pembicaraan di ruang tunggu eksekutif Cirebon, Direktur Komersil sempat memberikan beberapa pengarahan antara lain tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan dan upaya-upaya meningkatkan pendapatan. KADAOP 3 Cirebon juga menyempatkan menjelaskan kondisi DAOP 3 Cirebon mengenai program-program tahun 2009 dan realisasi pencapaian program dalam triwulan I tahun 2009.
Selama kunjungan di Cirebon, Direktur Komersil berkenan melakukan inspeksi ke Griya Karya, PK/OC, Pusat Reservasi, Dipo Lok Cirebon dan Dipo Kereta Cirebon.
Save Our CC20015
Hadirnya lokomotip CC200 menandakan dimulainya era penggunaan lok diesel di Indonesia yang menggantikan dominasi lok uap. Lok CC200 yang beredar di Indonesia konon dibuat pada tahun 1952 dan mulai beroperasi tahun 1953 yang perjalanan perdananya diresmikan oleh Presiden RI Pertama, proklamator kemerdekaan RI dan Bapak Revolusi Indonesia, Ir. Soekarno.
Namun siapa yang menduga jika peresmian tersebut juga merupakan revolusi bidang industri jasa transportasi kereta api karena setelah itu hadir berbagai lokomotip diesel baik transmisi hidrolik dan transmisi elektrik. Era lok uap sedikit demi sedikit mulai berakhir pada era tahun 1980-an dan pada era 1990-an praktis tidak ada lagi lok uap yang masih beroperasi.
Lok CC200 telah mengabdikan diri pada bangsa ini selama 56 tahun dan menyerahkan tongkat estafet pengabdian kepada generasi berikutnya yaitu CC201, CC203 dan CC204. Salah satu lok yang masih bertahan dalam keaslian dan kegagahan masa lalu adalah CC20015, sedangkan saudara-saudaranya yang lain telah tiada dan hanya meninggalkan kenangan indah dan kejayaan perkeretaapian Indonesia yang tidak akan mudah dilupakan begitu saja.
Jika mau dihitung, berapa juta orang yang telah menikmati jasa lok ini dan berapa juta ton barang yang telah diangkutnya. Untuk mengenang semua itu apakah kita rela dan tega membiarkan CC20015 menjadi onggokan besi tua yang kemudian musnah tanpa bekas bersamaan dengan kejayaan yang pernah diraihnya. Tidak, walaupun dia adalah sebuah barang mati dan tidak dapat merasakan apa yang kita rasakan. Bayangkan, berapa ribu karyawan kereta api yang menggantungkan hidup dan keluarganya pada kehandalan lokomotif ini dan berapa ribu anak-anak karyawan kereta api yang mungkin kini telah “menjadi orang” karena jasa lokomotif ini.
Rasa cinta dan sayang pada lok ini telah dibuktikan oleh rekan-rekan yang tergabung dalam wadah IRPS (Indonesian Railway Preservation Society) yang berhasil mempertahankannya dari kepunahan total walaupun mereka mungkin tidak pernah bersentuhan dan memiliki hubungan dengan lok ini. Contoh tersebut seharusnya menjadi bahan renungan bagi segenap karyawan kereta api baik yang sudah pensiun atau yang masih aktif bahwa walaupun lokomotif adalah benda mati namun tetap membawa sejarah dan sangat berperan dalam kehidupannya.
Regenerasi Operator CRANE Dipo Lok Cirebon
Salah satu sarana wajib yang dimiliki PT KA adalah crane yang dapat bergerak diatas jalan rel walaupun diharapkan tidak akan pernah dipergunakan selamanya atau hanya digunakan untuk keperluan mengangkat peralatan berat di dipo saja.
Crane yang dimaksud disini adalah crane GOTWALD yang dijuluki “Kumbokarno” biasa dipergunakan dalam melakukan evakuasi dan normalisasi jalur kereta api pasca kecelakaan (PLH). Itulah mengapa crane ini diharapkan tidak perlu dipakai karena jika dipakai berarti ada kecelakaan, sedangkan kecelakaan itu senditi tidak pernah diharapkan. Wajib dimiliki atas dasar keterbatasan manusia yang tidak pernah mampu menghindar dari kecelakaan baik disebabkan kelalaian manusia, faktor teknis atau faktor alam di luar kemampuan manusia, karena manusia hanya dapat berusaha dan berupaya agar kecelakaan tidak pernah terjadi sedangkan keputusan menjadi hak mutlak TUHAN YANG MAHA KUASA.
Dipo Lokomotip Cirebon sebagai salah satu tempat kedudukan crane wajib memiliki tenaga yang handal dan siap diterjunkan kapan saja dan dimana saja bila terjadi kecelakaan kereta api. Crane hanya dapat dioperasikan oleh tenaga yang telah mengikuti pelatihan khusus sebagai operator crane dan tidak dimiliki oleh setiap dipo lokomotip. Selain menyiapkan operator crane, Dipo Lok Cirebon juga diharapkan menyiapkan regenerasi tenaga pemeliharaan crane agar peralatan ini selalu siaga bilamana diperlukan dan tetap dalam kondisi handal.
3 komentar