Argo Jati

Pelemparan Batu Pada Kereta Api

Ditulis dalam Keselamatan, Ketertiban, Sosialisasi oleh Totok Purwo pada 12/02/2009

2009-kaca-pecah1Seringnya pelemparan batu pada kereta api adalah akibat perbuatan iseng tangan jahil yang kebanyakan dilakukan oleh anak-anak usia sekolah. Tanpa disadari oleh mereka bahwa akibat perbuatannya tersebut membuat kerugian materil / harta dan korban orang terluka yang tidak sedikit, bahkan dapat menghambat perjalanan kereta api.

Catatan di wilayah DAOP 3 Cirebon pada tahun 2008 diperoleh data bahwa kerugian materil akibat pelemparan batu sebanyak 497 kaca pecah dan membutuhkan biaya sebesar 278 juta rupiah untuk penggantian kaca, belum termasuk 3 penumpang dan 1 orang masinis luka-luka. Penumpang dan petugas yang terluka tersebut harus dirawat di rumah sakit dan menambah kelambatan kereta api Cirebon Ekspres hingga 30 menit untuk menunggu masinis pengganti.

Dalam tahun 2008, DAOP 3 Cirebon telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat di daerah rawan pelemparan batu melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) dengan memberikan sumbangan berupa peralatan olah raga dan bantuan renovasi tempat ibadah. Dalam sosialisasi tersebut disampaikan resiko-resiko akibat pelemparan batu dan mengharapkan agar masyarakat ikut peduli membantu pengawasan terhadap tangan-tangan jahil yang melakukan pelemparan batu. Hasilnya adalah di wilayah DAOP 3 Cirebon kasus pelemparan batu menurun dari 18 kasus tahun 2007 menjadi 8 kasus pada tahun 2008.

(lagi…)

Ditandai sebagai:,

Comments Off

Budaya Anggota TNI Naik Kereta Api

Ditulis dalam Ketertiban oleh Totok Purwo pada 30/01/2009

2009-budaya-tni2009-budaya-tniTanggal 23 Januari 2009, DAOP 3 Cirebon melaksanakan PS Stasioner di sta. Cirebonprujakan dan sta. Cirebon. Di sta. Cirebonprujakan dilakukan pemeriksaan untuk KA Matarmaja, KA Brantas, KA Tegal Arum, KA Kertajaya dan KA Tawangjaya sedangkan di sta. Cirebon dilakukan pemeriksaan KA-KA kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi lainnya.

Kembali yang menjadi masalah adalah penumpang “oknum” anggota TNI yang berjumlah lebih dari 60 orang. Mereka tetap tidak mau membayar harga sesuai tarif resmi yaitu tarif anak namun mereka juga “ngotot” tidak mau diturunkan. Akhirnya adu argumentasi dengan “cekcok mulut” pun terjadi yang sempat menjadi tontonan beberapa penumpang sipil.

Seperti biasa terjadi karena merasa kalah “jumlah”, kalah “otot” dan kalah “mental” akhirnya petugas PS memberi kelonggaran agar membayar sebatas kemampuan anggota TNI dimaksud yang dikolektifkan kepada seorang “kordinator”. Total uang terkumpul kemudian dibuatkan beberapa karcis suplisi. Dari pengamatan selama mereka mengumpulkan uang didapat kesimpulan kemampuan membayar karcis kereta api berkisar antara 3.000 – 5.000 rupiah. Selesai, kasus ditutup.

(lagi…)

Ditandai sebagai:,

PS Stasioner Di Stasiun Cirebon

Ditulis dalam Ketertiban oleh Totok Purwo pada 08/01/2009

Di PT. Kereta Api (Persero), PS maksudnya adalah Pemeriksaan Serentak yaitu pemeriksaan yang dilakukan secara serentak oleh beberapa pegawai secara bersamaan. Serentak juga dimaksudkan dilaksanakan di beberapa DAOP dalam waktu yang bersamaan.

PS dibagi 2 jenis yaitu PS Stasioner dan PS Mobile. PS Stasioner adalah pemeriksaan penumpang kereta api yang berhenti di stasiun sesuai peraturan perjalanan atau sengaja diberhentikan (Berhenti Luar Biasa – BLB) untuk dilakukan pemeriksaan. PS Mobile adalah pemeriksaan penumpang kereta api dalam keadaan kereta api tetap berjalan.

(lagi…)

Ditandai sebagai:,

Comments Off