Direktur Komersil PTKA Kunjungi DAOP 3 Cirebon
Berbeda dengan biasanya jika Direksi melakukan kunjungan ke suatu daerah maka kabar kunjungan tersebut sudah diketahui beberapa hari sebelumnya sehingga memberi kesempatan daerah untuk berbenah terlebih dahulu dan menyiapkan acara penyambutan. Kali ini Direktur Komersil melakukan kunjungan ke DAOP 3 Cirebon secara mendadak pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2006 dengan menggunakan KA Fajar Utama Semarang dari Pasarsenen. Hal ini juga berbeda dari biasanya bahwa seorang Direksi melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api kelas bisnis.
Tiba di stasiun Cirebon jam 10.20 langsung disambut oleh KADAOP 3 Cirebon, PURNOMO RADIQ Y. beserta beberapa Kasi, Wasi dan Kasubsi. Dalam pembicaraan di ruang tunggu eksekutif Cirebon, Direktur Komersil sempat memberikan beberapa pengarahan antara lain tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan dan upaya-upaya meningkatkan pendapatan. KADAOP 3 Cirebon juga menyempatkan menjelaskan kondisi DAOP 3 Cirebon mengenai program-program tahun 2009 dan realisasi pencapaian program dalam triwulan I tahun 2009.
Selama kunjungan di Cirebon, Direktur Komersil berkenan melakukan inspeksi ke Griya Karya, PK/OC, Pusat Reservasi, Dipo Lok Cirebon dan Dipo Kereta Cirebon.
Manajemen Resiko dan Perubahan
Tanggal 23 Januari 2009 terjadi lagi kecelakaan kereta api antara KA Rajawali dan KA Antaboga di emplasemen stasiun Kapas, Bojonegoro. Dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah “human error” yaitu masinis KA Rajawali melanggar sinyal masuk yang belum ditarik aman, padahal KA Rajawali seharusnya bersilang dengan KA Antaboga di stasiun Kapas.
Terlepas dari siapa yang salah maka yang pasti adalah PT KA kehilangan asset produktif sebanyak 2 unit lok CC201 dan beberapa unit kereta K1 serta beberapa unit gerbong PPCW rusak. Kerugian materil tersebut masih ditambah lagi dengan pemberian santunan kepada penumpang luka-luka atau meninggal dunia serta claim dari pengirim barang di KA Antaboga karena kiriman rusak atau terlambat dikirim / diterima.
Dari sudut non materi kerugian tersebut berupa citra perusahaan yang semakin terpuruk dan semakin sulit untuk mendapat kepercayaan penumpang untuk selalu menggunakan angkutan kereta api. Apa bedanya naik angkutan jalan raya dan kereta api jika sama-sama sering terjadi kecelakaan. Belum lagi jika sebagian penumpang yang mengerti hukum perlindungan konsumen yang akan melakukan “clash action” ke pengadilan. Semakin berat lagi beban dan resiko yang akan ditanggung perusahaan.
Comments Off
Kontrak Pegawai Magang di DAOP 3 Cirebon
PT. Kereta Api (Persero) sebenarnya telah menetapkan perbandingan 10:1 dari kebutuhan, artinya dari 10 orang pelamar akan ada 1 orang terbaik yang akan diterima. Rumus ini sudah berjalan sekian lama dan dinilai cukup berhasil. Sayangnya penerimaan kali ini, dari hasil testa yang dibagi menjadi 3 tahap didapat hanya 1 orang dari 18 pelamar yang mampu memenuhi standar kelulusan.
Banyak kemungkinan dari fenomena ini. Ada 3 kemungkinan alasan untuk fenomena ini yaitu mutu pendidikan di Indonesia mulai menurun, PT. Kereta Api (Persero) menetapkan standar kelulusan “terlalu tinggi” atau standar kelulusan sekolah lanjutan yang ditetapkan pemerintah diturunkan. Jika standar kelulusan yang ditetapkan PT. Kereta Api (Persero) terlalu tinggi maka proses penerimaan sebelumnya pun akan mengalami masalah yang sama, namun kenyataan bahwa tahun-tahun sebelumnya tidak mengalami kendala seperti ini.
Comments Off
Sekretaris Yang Hebat
Aku sih sebenernya naksir dia … tapi untung saja dia nggak naksir aku. Kalo dia juga naksir aku maka urusan jadi “ribet” en “ruwet” karena sudah pasti “nggak mungkin aku tolak”.
By the way, aku salut sama dia. Masalahnya begini, selama 28 tahun aku di perkeretaapian biasanya setiap ganti pimpinan maka yang terjadi adalah ganti sekretaris. Pimpinan umumnya mendudukan “orang yang dipercaya” atau kalau di suatu daerah nggak ada yang bisa dipercaya maka mendudukan “orang bawaan” dari tempat lama. Nah, cewek yang aku taksir ini sangat istimewa. Dia sudah “mengabdi” hingga empat kali ganti KADAOP dan tetap setia menjadi sekretaris KADAOP serta tidak ada satu KADAOP pun yang berniat mengganti posisinya dengan orang lain.
Comments Off
Pengendali KA Senior di PK/OC Cirebon
“Copy … bravo. Check-in diterima baik … modulasi clear di PK … report baliknya bravo … Ganti” ucapnya ketika ditemui di PK/OC DAOP 3 Cn. Kebetulan dia sedang dinas sebagai pengendali KA wilayah Timur Selatan (lintas Cirebon – Tegal dan Cirebon – Prupuk). Penampilannya sederhana dan sempat memberikan salam hangat. Ditanya apakah boleh wawancara ketika sedang dinas dengan ramah beliau menjawab “Silahkan kebetulan di lintas saya baru ada 2 KA, jadi nggak terlalu sibuk.”
Luar biasa, itulah komentar yang patut diberikan kepadanya karena telah berhasil menghindarkan KA dari PLH sebanyak 3 kali selama berdinas di PK/OC sejak tahun 2000. Untuk prestasinya tersebut rekan kita telah memiliki 3 lembar tanda penghargaan. Penghargaan pertama sewaktu mengambil tindakan tepat saat KA Brantas mengalami as roda patah antara stasiun Losari – Babakan. Penghargaan kedua sewaktu mengambil tindakan tepat saat KA Taksaka mengalami gejala aspot panas antara Larangan – Songgom dan penghargaan ketiga sewaktu KA Argo Bromo Anggrek mengalami gejala aspot panas antara stasiun Kertasemaya – Jatibarang.
Comments Off
3 komentar