TUGAS “MANAGER” DI ATAS KERETA API.

  • 60 menit menjelang keberangkatan KA melakukan cek kesiapan rangkaian, fasilitas, sarana umum dan kelengkapan kru KA dan mengisi cek list, kelengkapan tanda pengenal dari seluruh kru.
  • Mengawasi “Boarding Position” para pramugara dan pramugari serta memastikan bahwa petugas selalu tersenyum, ramah dan memberikan “Greeting”
  • Menempatkan papan nama & nomor HP ditempat yang telah ditetapkan dan mudah dilihat oleh penumpang.
  • Meyakinkan bahwa semua bentuk informasi / majalah dll, sudah tersedia dan lengkap di tempat majalah di setiap tempat duduk. Jika hilang / tidak lengkap segera ditambahkan / dilengkapi.
  • 5 menit menjelang keberangkatan KA menugaskan “announcer” memberikan informasi kepada para penumpang dan pengantar bahwa KA akan segera diberangkatkan dan mengingatkan para penumpang untuk selalu berhati-hati dengan barang bawaannya.
  • Mengumumkan kepada penumpang yang membawa laptop, kamera dan barang berharga lainnya dapat dititipkan di loker.
  • Berapa saat setelah KA berangkat menugaskan “announcer” untuk memperkenalkan kru KA yang bertugas dan memberikan informasi di stasiun-stasiun mana saja KA akan berhenti.
  • Mengecek menu yang tersedia di restoran KA jika perlu mencicipi rasa dan kesegarannya, kemudian cek kelengkapan alat pelayanan di kereta. Jika setelah di cek menu tersebut tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh PT. Kereta Api (Persero) maka Manager Yang Bertugas berhak untuk menolak menu tersebut dan minta penggantian atau menu tersebut untuk tidak dijual di kereta yang dituangkan dalam Berita Acara Penolakan yang ditandatangani oleh Manager Yang Bertugas dan pihak restoran KA untuk dilaporkan kepada Manager Komersial tembusan ke VP Penjualan Angkutan Penumpang. Jika dalam waktu 2 X 24 jam pihak restoran KA tersebut tidak melakukan perbaikan maka VP Penjualan Angkutan Penumpang bisa memberikan sanksi-sanksi sampai dengan pemutusan kontrak pihak restoran KA tersebut.
  • Sebelum KA berangkat, memastikan semua fasilitas yang ada di kereta (pintu kereta, toilet, AC, tempat duduk) TV/DVD dsb) berfungsi dengan baik.
  • Mengawasi pelayanan yang dilakukan para petugas restoran.
  • Lanjutkan membaca ‘TUGAS “MANAGER” DI ATAS KERETA API.’

STASIUN SEMARANG TAWANG BERMASALAH ??

TAHAP PERENCANAAN

Pelaksanaan “feasibility study” peninggian stasiun Semarang Tawang seharusnya melibatkan paling tidak 4 (empat) pakar bidang studi yaitu : pakar arkeologi, pakar hidrologi, pakar tata lingkungan dan pakar arsitektur bangunan kuno. Melihat kasusnya terkesan bahwa “feasibility study” tidak dilakukan atau tidak dilakukan dengan benar.

Perijinan peninggian stasiun Semarang Tawang harus dimintakan dulu ke Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang dan harus melalui tahap penerbitan rekomendasi dari Dirjen Sejarah dan Purbakala cq Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Tahap ini juga tidak dilakukan.

Penetapan alasan peninggian stasiun Semarang Tawang hanya berdasarkan dari satu sudut pandang yaitu gangguan terhadap pelayanan penumpang (masyarakat ??) yang hendak bepergian dengan kereta api dari stasiun Semarang Tawang. Sudut pandang bahwa bangunan tersebut sebagai BCB (Benda Cagar Budaya) agak dikesampingkan yaitu mengabaikan kaidah (guidence) penanganan BCB yang seharusnya mampu mengacu pada pasal 23 ayat 3 PP 10/1993 tentang pemintakatan (zonasi) situs dan lingkungan BCB yang dibagi atas mintakat inti, penyangga dan pengembangan.

Perencanaan yang tidak matang tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembuatan “technical study” dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang jelas-jelas menyimpang dari penanganan BCB sesuai UU 5/1992, PP 10/1993 dan keputusan konvensi internasional tentang BCB yang telah diratifikasi yaitu BURRA CHARTER dan VENICE CHARTER.

Lanjutkan membaca ‘STASIUN SEMARANG TAWANG BERMASALAH ??’

TAWANGKU SAYANG, TAWANGKU MALANG ….

tawangStasiun Semarang Tawang, salah satu stasiun dengan arsitektur terindah yang dibangun pada tahun 1911 dan selesai tahun 1914 dengan arsitek bernama Sloth Blauwboer. Namun sungguh sayang akibat perkembangan kota yang semakin pesat serta sistem tata kota yang belum pas dengan kondisi kota pinggir pantai maka stasiun Semarang Tawang sering digenangi banjir akibat hujan atau rob (rembesan air laut jika permukaan laut pasang).

Kondisi yang telah berulang selama bertahun-tahun ini telah membuat halaman dan peron stasiun Semarang Tawang telah mengalami peninggian 2 kali setinggi 150 cm sejak tahun 1990 sampai dengan 2008. Pada tahun 2009 ini stasiun tersebut akan ditinggikan lagi setinggi 90 cm yang mengakibatkan peninggiannya mencapai 240 cm. Sayangnya peninggian tersebut tidak serta merta meninggikan bangunan yang sejak tahun 1992 telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya dengan SK Walikota Madya Semarang nomor 646/50 tahun 1992.

Bangunan yang semula megah terlihat dari depan kini semakin “ndeprok” alias “kontet” alias “bogel” sehingga menghilangkan kemegahan asli bangunan tersebut. Kesan sebagai Benda Cagar Budaya sudah tidak terlihat lagi, bahkan stasiun itu saat ini terlihat lucu bagai berada di tengah kolam. Sungguh tragis nasib stasiun Semarang Tawang yang dulu diagung-agungkan sebagai karya seni tinggi kini hanya bagai sebuah bangunan tua tanpa seni dan nilai sejarah yang semakin menghilang bersama kekaguman masyarakat Semarang terhadap stasiun ini.

Lanjutkan membaca ‘TAWANGKU SAYANG, TAWANGKU MALANG ….’

PENYESUAIAN TARIF KELAS BISNIS RELASI CIREBON – KUTOARJO – YOGYAKARTA – SOLO

2009-penyesuaian-tarif1Akhirnya setelah berusaha dan melakukan argumentasi dengan beberapa pihak yang berwenang di DAOP 3 Cirebon berhasil juga menggolkan sedikit ide tentang upaya penyesuaian tarif walaupun belum semua kelas kereta api.

Mulai tanggal 1 April 2009, beberapa tarif kereta api kelas bisnis dari Cirebon tujuan Kutoarjo dan Yogyakarta disesuaikan agar mampu bersaing dengan moda transportasi lain.

Kereta api yang tarifnya disesuaikan adalah KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta, KA Senja Utama Solo, KA Purwojaya dam KA Sawunggalih, sebagai berikut :

  • KA Senja / Fajar Utama Yogyakarta relasi Cirebon – Yogyakarta semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
  • KA Senja Utama Solo relasi Cirebon – Solobalapan semula sebesar Rp. 100.000,- menjadi Rp. 75.000,-
  • KA Purwojaya relasi Cirebon – Purwokerto semula sebesar Rp. 80.000,- menjadi Rp. 50.000,-
  • KA Sawunggalih relasi Cirebon – Kutoarjo semula sebesar Rp. 75.000,- menjadi Rp. 50.000,-

Lanjutkan membaca ‘PENYESUAIAN TARIF KELAS BISNIS RELASI CIREBON – KUTOARJO – YOGYAKARTA – SOLO’

TANAM POHON JATI MAS SEBAGAI WUJUD PEDULI LINGKUNGAN HIDUP

2009-tanam-pohon-jati-masTanggal 25 Maret 2009 di Balai Yasa Mekanik Cirebon Prujakan, PURNOMO RADIQ YOGASWARA selaku KADAOP 3 Cirebon mencanangkan program peduli lingkungan hidup dengan menanam sebanyak 4000 pohon Jati Mas di wilayah DAOP 3 Cirebon. Sebanyak 2000 pohon telah ditanam sebelumnya sedangkan sebanyak 2000 pohon lagi diserahkan kepada Pemerintah Kota Cirebon untuk ditanam di wilayah kota Cirebon.

Tujuan dari penanaman pohon Jati Mas ini adalah mendukung program pemerintah dimana PT KA (Persero) juga mendapat jatah untuk menanam sedikitnya 10.000 pohon. Angka tersebut sebenarnya telah dapat terlampaui. Penanaman pohon ini juga bermaksud memanfaatkan lahan-lahan kosong milik PT KA agar dapat menimbulkan faedah bagi masyarakat.

Lanjutkan membaca ‘TANAM POHON JATI MAS SEBAGAI WUJUD PEDULI LINGKUNGAN HIDUP’

Direktur Komersil PTKA Kunjungi DAOP 3 Cirebon

2009-dirkom-ke-cnBerbeda dengan biasanya jika Direksi melakukan kunjungan ke suatu daerah maka kabar kunjungan tersebut sudah diketahui beberapa hari sebelumnya sehingga memberi kesempatan daerah untuk berbenah terlebih dahulu dan menyiapkan acara penyambutan. Kali ini Direktur Komersil melakukan kunjungan ke DAOP 3 Cirebon secara mendadak pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2006 dengan menggunakan KA Fajar Utama Semarang dari Pasarsenen. Hal ini juga berbeda dari biasanya bahwa seorang Direksi melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta api kelas bisnis.

Tiba di stasiun Cirebon jam 10.20 langsung disambut oleh KADAOP 3 Cirebon, PURNOMO RADIQ Y. beserta beberapa Kasi, Wasi dan Kasubsi. Dalam pembicaraan di ruang tunggu eksekutif Cirebon, Direktur Komersil sempat memberikan beberapa pengarahan antara lain tentang hal-hal yang terkait dengan pelayanan dan upaya-upaya meningkatkan pendapatan. KADAOP 3 Cirebon juga menyempatkan menjelaskan kondisi DAOP 3 Cirebon mengenai program-program tahun 2009 dan realisasi pencapaian program dalam triwulan I tahun 2009.

Selama kunjungan di Cirebon, Direktur Komersil berkenan melakukan inspeksi ke Griya Karya, PK/OC, Pusat Reservasi, Dipo Lok Cirebon dan Dipo Kereta Cirebon.

Lanjutkan membaca ‘Direktur Komersil PTKA Kunjungi DAOP 3 Cirebon’

Save Our CC20015

2009-cc20015-01Hadirnya lokomotip CC200 menandakan dimulainya era penggunaan lok diesel di Indonesia yang menggantikan dominasi lok uap. Lok CC200 yang beredar di Indonesia konon dibuat pada tahun 1952 dan mulai beroperasi tahun 1953 yang perjalanan perdananya diresmikan oleh Presiden RI Pertama, proklamator kemerdekaan RI dan Bapak Revolusi Indonesia, Ir. Soekarno.

Namun siapa yang menduga jika peresmian tersebut juga merupakan revolusi bidang industri jasa transportasi kereta api karena setelah itu hadir berbagai lokomotip diesel baik transmisi hidrolik dan transmisi elektrik. Era lok uap sedikit demi sedikit mulai berakhir pada era tahun 1980-an dan pada era 1990-an praktis tidak ada lagi lok uap yang masih beroperasi.

Lok CC200 telah mengabdikan diri pada bangsa ini selama 56 tahun dan menyerahkan tongkat estafet pengabdian kepada generasi berikutnya yaitu CC201, CC203 dan CC204. Salah satu lok yang masih bertahan dalam keaslian dan kegagahan masa lalu adalah CC20015, sedangkan saudara-saudaranya yang lain telah tiada dan hanya meninggalkan kenangan indah dan kejayaan perkeretaapian Indonesia yang tidak akan mudah dilupakan begitu saja.

Jika mau dihitung, berapa juta orang yang telah menikmati jasa lok ini dan berapa juta ton barang yang telah diangkutnya. Untuk mengenang semua itu apakah kita rela dan tega membiarkan CC20015 menjadi onggokan besi tua yang kemudian musnah tanpa bekas bersamaan dengan kejayaan yang pernah diraihnya. Tidak, walaupun dia adalah sebuah barang mati dan tidak dapat merasakan apa yang kita rasakan. Bayangkan, berapa ribu karyawan kereta api yang menggantungkan hidup dan keluarganya pada kehandalan lokomotif ini dan berapa ribu anak-anak karyawan kereta api yang mungkin kini telah “menjadi orang” karena jasa lokomotif ini.

Rasa cinta dan sayang pada lok ini telah dibuktikan oleh rekan-rekan yang tergabung dalam wadah IRPS (Indonesian Railway Preservation Society) yang berhasil mempertahankannya dari kepunahan total walaupun mereka mungkin tidak pernah bersentuhan dan memiliki hubungan dengan lok ini. Contoh tersebut seharusnya menjadi bahan renungan bagi segenap karyawan kereta api baik yang sudah pensiun atau yang masih aktif bahwa walaupun lokomotif adalah benda mati namun tetap membawa sejarah dan sangat berperan dalam kehidupannya.

Lanjutkan membaca ‘Save Our CC20015’


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 39,764 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto