KADAOP 3 Cirebon (1)

Namanya RUSTAM HARAHAP, jabatannya KADAOP 3 Cirebon, punya titel Insinyur (Ir) dari UNSU Medan tapi nggak mau dipake atau dituliskan di depan namanya.
Orangnya kecil tapi gesit, nafasnya panjang. Jadi jangan coba-coba kalau ada pejabat bawahannya yang perutnya gendut (baca : “buncit”) berani melakukan inspeksi di lapangan bersamanya. Dipastikan nafasnya putus-putus, ketinggalan terus nggak bisa ngikutin, keringat bercucuran dan kemudian nggak masuk kerja paling sedikit 3 hari. Kenapa ? Badan sakit semua !! Capek deeehhh …
Selain gesit, otaknya juga encer en gampang mengingat yang sudah lama. Jadi kalau ada perintah kepada bawahannya sebulan yang lalu tapi belum dilaksanakan, jangan anggap beliau lupa. Kalau ditanya kenapa belum dilaksanakan dan alasannya nggak masuk akal maka berkemaslah dengan membersihkan meja kerja dan mencari meja kerja yang baru.
Komitmen terhadap perkembangan perkeretaapian sangat tinggi. Beliau paling nggak seneng liat karyawannya nggak punya semangat. Maka dalam setiap pidatonya selalu berpesan “tetap semangat ya”. Selain itu pesan yang sering diulang-ulang adalah “jadilah smart-worker dan bukan hard-worker”. Betul juga, buat apa jadi pekerja keras (hard-worker) kalau yang dikerjain itu-itu juga.
Contoh beliau begini : “Kalau ada AC kereta rusak maka dengan penuh semangat langsung diperbaiki. Itu bagus. Besok atau lusa AC yang sama rusak lagi, kemudian diperbaiki sampai larut malam. Itu juga bagus. Nah beberapa hari kemudian AC yang sama rusak lagi dengan jenis kerusakan yang sama kemudian diperbaiki hingga 2 hari. Itu goblok banget. Seharusnya cari penyebab utamanya dan segera cari solusinya, begitu.” Jadi bekerja jangan cuma pake “okol (otot)” aja, tapi “akal (otak)” dipake juga. Bener nggak ?
Ada lagi kelebihan beliau yang pernah ditempatkan di Kantor Pusat, DAOP 4 Semarang, DAOP 9 Jember, DIVRE 1 Medan, Balai Yasa Manggarai dan sekarang di DAOP 3 Cirebon yaitu komitmen “pegawai kereta api harus sejahtera”. Maka beliau aktif di organisasi Serikat Pekerja Kereta Api bahkan pernah menjabat sebagai Ketua DPD.
Masih banyak lagi inovasinya antara lain memanfaatkan ruangan, lahan, space yang dapat dijadikan sumber pendapatan non-core. Untuk hal yang satu ini banyak mendapat kritik dari orang-orang yang berpikiran untuk jangka pendek, padahal yang beliau pikirkan adalah sesuatu yang bersifat jangka panjang. Nah, merubah paradigma “orang-orang lama” yang notabene “anti-perubahan” merupakan tantangan beliau yang paling berat.
Bicaranya ceplas-ceplos ….. cas cis cus …… blak-blakan ….. apa adanya …. seperti kebanyakan orang SUMUT, kadang-kadang nggak bisa diterima sebagian “orang jawa (baca : orang pulau jawa”). Kesan yang timbul adalah galak, arogan, diktator, nggak mau kalah, keras, nggak mau ngerti kesulitan orang ….. dan lain-lain yang “rada ke kiri”.
Tapi kalau sudah tau sifat sebenarnya …….. eeeee aaaallllaaaaahhhhhhhhh …… orang jawa mana yang paling halus …. Solo …. Masih lebih halus beliau ….. Perasaannya halus, sabar (bukan nggak pernah marah, tapi sabar menghadapi tantangan dan rintangan) dan (sangat rahasia : “cengeng”) alias gampang nangis kalau denger orang lain susah.
Beliau paling suka orang yang pegang prinsip ….. punya komitmen …… dan mampu melihat masa depan ……


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: