PS Stasioner Di Stasiun Cirebon

Di PT. Kereta Api (Persero), PS maksudnya adalah Pemeriksaan Serentak yaitu pemeriksaan yang dilakukan secara serentak oleh beberapa pegawai secara bersamaan. Serentak juga dimaksudkan dilaksanakan di beberapa DAOP dalam waktu yang bersamaan.

PS dibagi 2 jenis yaitu PS Stasioner dan PS Mobile. PS Stasioner adalah pemeriksaan penumpang kereta api yang berhenti di stasiun sesuai peraturan perjalanan atau sengaja diberhentikan (Berhenti Luar Biasa – BLB) untuk dilakukan pemeriksaan. PS Mobile adalah pemeriksaan penumpang kereta api dalam keadaan kereta api tetap berjalan.

PS dimaksudkan untuk penertiban penumpang kereta api yang tidak memiliki karcis atau melanggar peraturan tentang syarat-syarat angkutan penumpang. Bila kedapatan penumpang di atas kereta api tersebut tidak memiliki karcis atau melanggar aturan maka akan diproses sesuai prosedur yang berlaku di perusahaan. PS juga sering dilakukan bagi orang-orang yang berada dalam lingkungan stasiun (peron) yang maksudnya sebagai tindakan preventif agar orang-orang yang tidak berkepentingan dengan kereta api berada dalam lingkungan stasiun, apalagi jika orang tersebut memang hendak bepergian namun tidak memiliki karcis.

Pada tanggal 24 Desember 2008 mulai jam 18.00 sampai dengan jam 02.00 pagi, DAOP 3 Cirebon melaksanakan PS Stasioner di stasiun Cirebon. Program PS tersebut direncanakan secara mendadak karena dikhawatirkan terjadi kebocoran informasi yang menyebabkan orang-orang yang terbiasa tidak memiliki karcis untuk naik kereta api menyiapkan diri dengan melakukan “kucing-kucingan” dengan petugas PS.

Pengalaman sebelumnya membuktikan bahwa bila informasi dilakukan PS di suatu stasiun maka orang-orang tersebut akan menempatkan diri di tempat-tempat dimana tidak akan diketahui oleh petugas misalnya di toilet yang dikunci dari dalam, di kereta begasi atau pembangkit bahkan menyempatkan turun sebentar dan berpura-pura menjadi penonton dengan berdiri atau duduk di tempat yang agak jauh dari kereta api. Kemudian pada detik-detik kereta api akan diberangkatkan kembali barulah mereka berlari mengejar kereta api.

Tindakan-tindakan semacam ini sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bersedia mengorbankan harga dirinya daripada harus membeli karcis. Karena mereka sering menggunakan modus atau cara yang sama untuk menghindar maka petugas kereta api pun kemudian mencari cara untuk menjaring mereka.

Pada tanggal yang sama, di stasiun pemberangkatan awal kereta api (Gambir, Pasarsenen, Tanahabang dan Jatinegara) juga dilakukan kegiatan yang sama. Namun masih saja terdapat penumpang yang melanggar aturan tidak membeli karcis, dibuktikan dengan beberapa penumpang diturunkan di stasiun Cirebon dan diproses untuk membeli karcis. Hari itu pendapatan PS Stasioner di stasiun Cirebon mencapai 8,2 juta rupiah.

Hal itu masih terjadi padahal di stasiun pemberangkatan awal sudah dilakukan PS Stasioner, apalagi jika tidak dilakukan sterilisasi di stasiun awal. Nah, jika di stasiun Cirebon tidak dilakukan PS Stasioner lagi maka perusahaan akan menderita kerugian sebesar 8,2 juta. Sayangnya, kereta api yang di-PS hanyalah kereta api-kereta api yang berhenti sesuai peraturan perjalanan karena tidak semua kereta api berhenti di stasiun Cirebon.

Petugas PS Stasioner di stasiun Cirebon adalah pegawai-pegawai stasiun Cirebon dibantu oleh beberapa Kepala Stasiun di lintas yang kebetulan libur atau tidak menjalani dinasan, oleh karena itu proses pemeriksaan dilakukan secara cepat dan tidak menimbulkan keluhan penumpang kereta api lainnya karena ditahan terlalu lama.


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: