Kontrak Pegawai Magang di DAOP 3 Cirebon

Proses intake / penerimaan pegawai baru tahun 2008 telah selesai dilaksanakan, namun penerimaan pegawai baru dinilai tidak memuaskan pihak perusahaan. Alasannya adalah para pelamar banyak yang tidak memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan sehingga hanya dapat diterima sebanyak 60% dari kebutuhan.

PT. Kereta Api (Persero) sebenarnya telah menetapkan perbandingan 10:1 dari kebutuhan, artinya dari 10 orang pelamar akan ada 1 orang terbaik yang akan diterima. Rumus ini sudah berjalan sekian lama dan dinilai cukup berhasil. Sayangnya penerimaan kali ini, dari hasil testa yang dibagi menjadi 3 tahap didapat hanya 1 orang dari 18 pelamar yang mampu memenuhi standar kelulusan.

Banyak kemungkinan dari fenomena ini. Ada 3 kemungkinan alasan untuk fenomena ini yaitu mutu pendidikan di Indonesia mulai menurun, PT. Kereta Api (Persero) menetapkan standar kelulusan “terlalu tinggi” atau standar kelulusan sekolah lanjutan yang ditetapkan pemerintah diturunkan. Jika standar kelulusan yang ditetapkan PT. Kereta Api (Persero) terlalu tinggi maka proses penerimaan sebelumnya pun akan mengalami masalah yang sama, namun kenyataan bahwa tahun-tahun sebelumnya tidak mengalami kendala seperti ini.

Dengan mengurangi jumlah pelamar yang lulus secara finasial PT. Kereta Api (Persero) jelas mengalami kerugian karena biaya yang telah dikeluarkan cukup besar. Namun jika tetap menerima dengan menurunkan standar kelulusan agar rumus 10:1 terpenuhi akan berakibat fatal dimasa yang akan datang. Dianggap fatal karena mutu SDM yang dimiliki PT. Kereta Api (Persero) dinilai tidak akan mampu bertahan dengan persaingan usaha yang semakin ketat. Di DAOP 3 Cirebon, dari 156 orang yang dibutuhkan hanya dapat diterima sebanyak 83 orang yang kemudian menandatangani kontrak sebagai Pegawai Kontrak Magang (PKM).

Memang, peraturan di PT. Kereta Api (Persero) bagi pelamar yang diterima tidak secara langsung menjadi Pegawai Perusahaan tetapi harus menjalani masa kerja magang selama 2 tahun. Masa 2 tahun tersebut dimanfaatkan untuk masa pembinaan mulai dari Orientasi Perusahaan, Pelatihan Dasar Kewiraan / Kemiliteran, Pelatihan Kedinasan Fungsional sesuai penempatan dan bidang tugasnya hingga Pengujian Kecakapan untuk mendapatkan Brevet / Sertifikasi / Surat Keterangan Kecakapan yang dikeluarkan oleh Pemerintah bahwa yang bersangkutan mampu dan memiliki kompetensi untuk menjadi Pegawai Perusahaan di bidang kerja tertentu.

Bunyi kontrak tersebut antara lain bahwa jika dalam salah satu pelatihan atau pengujian tersebut PKM dinyatakan gugur maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau dikeluarkan sebagai PKM dan tidak berhak melanjutkan sebagai Pegawai Perusahaan. Jika semuanya berhasil dilalui dengan baik maka barulah PKM tersebut diangkat sebagai Pegawai Perusahaan. Tidak jarang PKM yang diterima terpaksa harus mengundurkan diri selama masa permagangan tersebut.

Rencananya PT. Kereta Api (Persero) akan membuka kembali penerimaan pegawai baru untuk menambah kekurangan kebutuhan pegawai pada tahun 2009 setelah masa kelulusan siswa tahun 2009. Namun dengan adanya kendala tersebut di atas kemudian timbul wacana yaitu bekerja sama dengan pihak sekolah-sekolah untuk mengirimkan data murid-murid terbaik (masuk 10 besar) dan berminat bekerja di PT. Kereta Api (Persero). Nah jika wacana ini terwujud, diharapkan mutu SDM di PT. Kereta Api (Persero) akan menjadi lebih baik dan kompeten di masa yang akan datang. Semoga.


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: