Sosialisasi UU 23 – 2007 di Bangoduwa

Untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api sesuai yang ditetapkan dalam peraturan perjalanan maka dibutuhkan peralatan persinyalan dan telkomunikasi yang terpelihara dengan baik. Gangguan fungsi terhadap peralatan tersebut akan menyebabkan turunnya tingkat keselamatan perjalanan kereta api dari standar yang ditentukan.
Selain itu gangguan terhadap peralatan tersebut akan menurunkan tingkat pelayanan terhadap pengguna jasa angkutan kereta api yang akan berpengaruh terhadap citra perusahaan dimata masyarakat.

Sayangnya, untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api, pelayanan yang baik dan meningkatkan citra perusahaan masih mengharapkan partisipasi masyarakat sekitar jalan rel. Penyebabnya adalah sebagian peralatan keselamatan perjalanan kereta api tersebut terpasang di tempat terbuka dan sebagian lagi terpasang di bawah tanah namun tidak terjaga.

Sebagian peralatan yang berada ditempat terbuka adalah sinyal masuk dan sinyal muka yang terpasang jauh dari area stasiun yang mudah diawasi, belum lagi peralatan modul-modul persinyalan yang terpasang di jalan bebas yang kadang-kadang harus terpasang ditengah area kosong persawahan yang rawan pencurian jika malam hari.

Sedangkan bagian peralatan yang ditanam dibawah tanah adalah kabel-kabel untuk perhubungan sinyal dan telekomunikasi keselamatan perjalanan kereta api. Walaupun telah berada di bawah tanah namun peralatan tersebut masih dapat digali dengan mudah. Belum termasuk peralatan / kabel yang terpasang di sisi jembatan karena memang tidak dapat ditanam di bawah tanah sehingga hanya dimasukkan kedalam pipa pengaman.

Kondisi peralatan yang seperti ini seringkali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mencuri sebagian peralatan tersebut baik berupa kabel bawah tanah, di jembatan ataupun modul-modul yang terpasang di area terbuka tersebut bahkan tiang sinyal pernah ikut dirusak untuk dicuri.

Berbagai cara telah dilakukan untuk mencegah dan mengantisipasi tindak pencurian dari memasang peralatan pengaman dengan menggunakan pengelasan, memasang pagar pengaman sampai dengan melakukan patroli di daerah rawan pencurian. Namun pencurian masih sering saja terjadi. Salah satu daerah rawan pencurian peralatan sinyal dan telekomunikasi di wilayah DAOP 3 Cirebon yang sudah diidentifikasi adalah sepanjang lintas antara stasiun Cangkring – Jatibarang.

Sesuai amanat UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dalam pasal 172 – 174 yang berbunyi tentang peran serta masyarakat dalam perkeretaapian, maka KADAOP 3 Cirebon – Ir. PURNOMO RADIQ YOGASWARA melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar jalan rel antara Cangkring – Jatibarang terkait Undang-Undang tersebut serta sosialisasi tugas dan fungsi perkeretaapian bagi bangsa Indonesia.

Sosialisasi berlangsung di Balai Desa Kelurahan Bangoduwa pada tanggal 17 Desember 2008 yang dihadiri oleh Kepala Desa dan segenap Aparat Desa, KAPOLSEK Bangoduwa serta tokoh masyarakat dan warga masyarakat setempat.

Dalam sambutannya KADAOP 3 Cirebon menitipkan sebagian asset milik negara yang dipercayakan kepada PT. Kereta Api (Persero) khususnya di wilayah DAOP 3 Cirebon untuk dijaga dari tindak-tindak kriminal pencurian. Peran serta masyarakat akan membantu kelestarian perkeretaapian dan mencegah dari kecelakaan yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Untuk itu beliau mengharap kepada segenap warga masyarakat sebagai warga negara Indonesia yang baik khusunya ikut menjaga asset negara yang berada di wilayahnya.

Kepala Desa Bangoduwa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada KADAOP 3 Cirebon atas kehadiran untuk melakukan sosialisasi sekaligus pembinaan kepada warganya akan pentingnya transportasi kereta api. Kades Bangoduwa berjanji akan meneruskan sosialisasi ini kepada seluruh masyarakat di wilayahnya khususnya yang kebetulan bertempat tinggal tidak jauh dari sisi jalan rel.

Selanjutnya KAPOLSEK Bangoduwa dalam sambutannya akan menindak tegas terhadap siapapun yang terbukti melakukan kriminal pencurian asset negara yang dampaknya dapat menimbulkan kecelakaan kereta api. Asset perkeretaapian adalah termasuk dalam obyek vital negara yang harus dilindungi secara khusus. Setiap pelaku kriminal tersebut akan ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku hingga ke pengadilan. KAPOLSEK berjanji akan melakukan patroli secara rutin di sepanjang rel yang menjadi tanggungjawabnya.

Dalam kesempatan tersebut KADAOP 3 Cirebon menyempatkan memberikan cendera mata yang merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Kereta Api (Persero) khususnya DAOP 3 Cirebon kepada masyarakat sekitar kelurahan Bangoduwa.

Sosialisasi akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah di sekitar jalan rel dalam kesempata lainnya. Semoga dengan acara sosialisasi semacam ini akan membuat masyarakat sekitar jalan rel semakin sadar akan kewajibannya untuk ikut menjaga asset negara yang dipercayakan kepada PT. Kereta Api (Persero) dan terjalin kerja sama yang baik antara perusahaan dan masyarakat. Amin.


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: