Change Of Cirebon’s Station

2009-yomart-cnKeberadaan fasilitas umum di stasiun tidak hanya terbatas pada area parkir, ruang tunggu, toilet dan kios atau telepon umum. Dengan meningkatnya aktivitas masyarakat perkotaan khususnya di kota Cirebon berpengaruh pada pembagian waktu mengatur aktivitasnya. Hal ini sangat disadari oleh jajaran pimpinan DAOP 3 Cirebon yang kemudian melahirkan inovasi agar beberapa aktivitas tersebut dapat dilakukan secara bersamaan pada saat hendak bepergian antara lain berbelanja dan melakukan transaksi bank dalam satu lingkungan.

2009-bri-sta-cnHadirnya mini market “YO MART” dilengkapi Café TORABIKA dan Kantor Unit Cabang Pembantu “Bank BRI” lengkap dengan 2 unit ATM di stasiun Cirebon, merupakan inovasi KADAOP 3 Cirebon, Ir. Purnomo Radiq Y sangat disambut antusias oleh masyarakat Cirebon. Antusias ini dibuktikan dengan ramainya pengunjung pada saat menjelang keberangkatan setiap kereta api Argo Jati maupun Cirebon Ekspres. Staf bank BRI yang sempat ditemui juga mengatakan keheranannya, walaupun baru beberapa minggu dibuka namun jumlah orang yang bertransaksi di kantor cabang pembantu ini cukup tinggi.

Dalam setiap sambutan dalam berbagai acara KADAOP 3 Cirebon selalu mengungkapkan inovasi-nya untuk menjadikan stasiun Cirebon sebagai “Cirebon Transportation Center” dan untuk merealisasikan idenya tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit serta kerja keras yang tidak tanggung-tanggung. Kordinasi dengan tokoh masyarakat dan pimpinan daerah di wilayah Cirebon dan sekitarnya beliau lakukan dalam tiap-tiap kesempatan. Selanjutnya beliau merencanakan pertemuan dengan para pengusaha perhotelan, pariwisata dan travel di wilayah Cirebon dan sekitarnya untuk mempresentasikan inovasinya tersebut.

“YO MART” dan “BRI” adalah langkah awal dalam upaya melengkapi fasilitas umum di stasiun Cirebon dan akan berlanjut dengan langkah-langkah berikutnya dalam upaya menjadikan stasiun Cirebon menjadi area representatif setingkat bandara.  Karena memang kota Cirebon belum memiliki bandara yang dibuka untuk penerbangan umum maka praktis stasiun Cirebon yang merupakan salah satu pintu masuk kota Cirebon harus dapat menggambarkan wajah Cirebon yang sesungguhnya. Setiap orang yang akan masuk dan berkunjung ke Cirebon harus bisa mendapatkan informasi secara utuh tentang kota Cirebon sebelum orang tersebut meninggalkan stasiun. Sambutan yang baik dan pelayanan yang prima di stasiun akan menimbulkan kesan dan citra yang baik bagi kota Cirebon.

DAOP 3 Cirebon memang wilayah yang sangat beruntung karena sempat memiliki 2 pimpinan yang berwawasan ke depan. Pertama adalah Ir. Rustam Harahap yang memimpin selama tahun 2008 kemudian dilanjutkan Ir. Purnomo Radiq Y, yang mulai memimpin DAOP 3 Cirebon sejak bulan Desember 2008. Anehnya, keduanya memiliki “mimpi” yang sama untuk membangun stasiun Cirebon walaupun dengan cara, gaya dan sudut pandang masing-masing. Jika pimpinan sebelumnya belum sempat merealisasikan seluruh mimpinya tersebut karena waktu jabatan yang cukup singkat maka pimpinan saat ini memulai dengan langkah-langkah konkrit yang tujuannya sama yaitu menjadikan stasiun Cirebon menjadi stasiun yang lebih representatif.

Menganalisis mimpi kedua pimpinan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa stasiun Cirebon belum dapat dikatakan sebagai stasiun yang memiliki standar pelayanan yang baik. Sisi baiknya adalah kedua pimpinan tersebut memandang bahwa stasiun Cirebon memiliki peluang-peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan menjadi sebuah stasiun yang lebih representatif dan bertaraf sekelas bandara. Jika tidak memiliki peluang sangat bagus maka mustahil kedua pimpinan yang jarang bertemu tersebut memiliki mimpi yang sama terhadap stasiun Cirebon.

Masalah berikutnya adalah apakah pegawai DAOP 3 Cirebon dan masyarakat kota Cirebon merespon positif mimpi-mimpi dari kedua “inovator” tersebut. Mimpi kedua inovator tersebut tidak akan pernah terwujud tanpa dukungan dari pegawai DAOP 3 Cirebon dan masyarakat kota Cirebon. Mampukah pegawai DAOP 3 Cirebon dan masyarakat kota Cirebon pada umumnya melakukan perubahan ke arah yang lebih baik khususnya pola perilaku sehari-hari di sekitar stasiun. Apakah angkot dan becak yang parkir secara semrawut di depan stasiun dapat ditertibkan. Apakah tukang ojek motor dan tukang becak yang yang menarik-narik calon penumpang bisa bertata cara dengan lebih sopan dan santun.

Semua hal tersebut dikembalikan kepada pegawai, masyarakat, tokoh masyarakat dan jajaran pimpinan pemerintahan daerah setempat. Pilihan yang dapat diambil adalah :

  • tetap seperti sekarang tanpa perubahan
  • perubahan yang terjadi dengan sendirinya sesuai waktu dan jaman, atau
  • perubahan yang dilakukan melalui konsep-konsep perubahan yang matang dan terkontrol untuk mencapai suatu tujuan perubahan yang diharapkan.

Sebagai manusia modern maka pilihan terbaik yang perlu dipilih adalah pilihan terakhir yaitu perubahan sesuai tujuan dan keinginan memalui suatu tahapan konsep yang matang dan terkontrol.


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: