Masyarakat Cirebon Harus Tuntut Transportasi Murah

2009-krdiKereta api Tegal Arum trayek Tegal – Jakartakota kelas ekonomi penuh sesak oleh penumpang dari Tegal, Brebes, Bulakamba, Tanjung dan Losari. Kereta api yang berangkat dari Tegal jam 06.15 ini berjalan di belakang kereta api Cirebon Ekspres (KA Cireks) trayek Brebes – Gambir berhenti hampir di semua stasiun antara Tegal sampai dengan Cikampek.

Walaupun berjalan di belakang KA Cireks yang relatif lebih kosong namun penumpang tetap memilih KA Tegal Arum yang memiliki tarif lebih murah yaitu Rp. 15.000,- dari Tegal dan Rp. 12.000,- dari Cirebonprujakan. Memang KA Tegal Arum adalah kereta api murah meriah. Murah karena tarifnya rendah, meriah karena penuh sesak penumpang ditambah pedagang asongan, pengamen dan pengemis. Komplit.

Pada hari Senin, Rabu dan Jum’at atau waktu liburan besar seperti libur sekolah, biasanya kereta api ini sesak luar biasa yang mengakibatkan penumpang dari Babakan, Cirebonprujakan, Bangoduwa, Arjawinagun, Jatibarang dan seterusnya susah untuk naik bahkan sering ketinggalan. Masalah ini sering menimbulkan komplain dari penumpang, tetapi yang lebih pokok adalah kegiatan masyarakat menjadi terganggu.

Sebenarnya pihak DAOP 3 Cirebon telah mengusulkan untuk menjalankan kereta api kelas ekonomi yang diberangkatkan dari Cirebonprujakan ke Jakartakota dengan maksud untuk membagi volume penumpang KA Tegal Arum. Masalahnya adalah pengoperasian kereta api kelas ekonomi tergantung kepada pihak Pemerintah (cq DITJENKA) karena terkait pembayaran PSO (subsidi Pemerintah untuk KA kelas ekonomi). Sekarang tinggal menunggu perhatian Pemerintah Daerah Cirebon yaitu Walikota Cirebon dan Bupati Cirebon untuk meminta adanya perjalanan kereta api kelas ekonomi dari wilayah Cirebon.

Logikanya adalah masyarakat kelas bawah (ekonomi lemah) di wilayah Cirebon dan sekitarnya sebagai bagian masyarakat Indonesia dan pembayar pajak kepada Pemerintah, berhak atas fasilitas dan kemudahan yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya termasuk kemudahan dan kenyamanan transportasi. Salah satu wilayah yang belum dilayani oleh transportasi murah menggunakan kereta api adalah masyarakat Cirebon, maka hak atas transportasi murah tersebut harus dituntut kepada Pemerintah.

Pernah dalam suatu kesempatan Dirjenka menjanjikan akan memberikan satu rangkaian KRDI (Kereta Rel Diesel Indonesia) untuk masyarakat Cirebon yang pemeliharaannya diserahkan kepada DAOP 3 Cirebon, namun hingga saat ini janji tersebut belum direalisasikan. Sudah saatnya Pemerintah Daerah (Kota / Kabupaten) Cirebon menagih janji tersebut kepada Pemerintah Pusat.

Jika dari Cirebonprujakan dijalankan kereta api kelas ekonomi yang waktu pemberangkatannya tidak terlalu jauh dengan KA Tegal Arum maka dipastikan tingkat keamanan dan kenyamanan KA Tegal Arum akan meningkat karena sebagian penumpang akan beralih menggunaka kereta api baru tersebut sekaligus masyarakat Cirebon mendapatkan hak-nya atas ketersediaan transportasi kereta api dengan tarif murah dan terjangkau masyarakat bawah / ekonomi lemah.

Waktu yang tepat menjalankan kereta api kelas ekonomi tersebut adalah sebelum pelaksanaan PEMILU 2009 karena mobilitas masyarakat yang semakin tinggi menjelang pesta akbar nasional tersebut. Jika memungkinkan rangkaian yang digunakan adalah seperti yang terlihat pada foto dia atas yaitu KRDI buatan PT INKA Madiun.


JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: