Demi Kepentingan Birokrasi, Kepentingan Masyarakat Dikorbankan

03-logoka1Keberanian Direksi baru PT KA (Persero) diuji dan ternyata tidak ada perubahan yang signifikan dan masih “penakut”. Menanggapi surat KADISHUB JABAR tanggal 26 Pebruari 2009 nomor 551.21/484/KD-T.DAT perihal pengoperasian kereta api Bandung – Cirebon memuat penegasan dan perintah agar KA Bandung Ekspres ditunda sampai dengan waktu yang tidak ditentukan.

Penundaan tersebut karena adanya protes dan keresahan yang terjadi pada operator angkutan bus koridor Cirebon – Bandung dengan alasan kurangnya komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang terkait.

Alasan tersebut terkesan mengada-ada untuk menutupi kebobrokan dan ketidakbecusan yang terjadi pada Dinas Pehubungan Jawa Barat dalam mengatur jumlah armada dan kebutuhan masyarakat pada koridor tersebut. Ketika moda transportasi lain (kereta api) juga membuka jalur tersebut dan kemudian menimbulkan keresahan maka dikhawatirkan pihak-pihak terkait (misalnya LSM dan wartawan) akan melakukan observasi dan investigasi penyebab keresahan. Kemudian secepatnya kasus tersebut ditanggapi agar tidak meluas dan akan membuka “borok”  di lingkungan DISHUB JABAR. Begitulah jika para birokrat bekerja dalam menangani permasalahan.

Secara pribadi penulis menghubungi beberapa media cetak dan elektronik agar melakukan klarifikasi kepada pihak ORGANDA JABAR dan melakukan investigasi penyebab keresahan. Selain itu beberapa LSM juga telah dihubungi untuk melakukan observasi koridor Bandung – Cirebon. Jika memang terdapat kekeliruan dalam sistem pelayanan transportasi angkutan jalan raya koridor Bandung – Cirebon yang membuat pelayanan angkutan jalan raya tidak diminati masyarakat maka tidak perlu mengorbankan PT KA (Persero) untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Sebenarnya ORGANDA JABAR cq ORGANDA Cirebon tidak berhak untuk melakukan protes atau resah dengan alasan yaitu :

  1. Moda transportasi jelas berbeda antara bus dan kereta api maka masyarakat yang boleh memilih moda transportasi dengan pelayanan terbaik. Serahkan semua kepada masyarakat untuk memilih sedangkan moda transportasi harus berbenah ke dalam untuk memperbaiki sistem pelayanan masing-masing, bukan mengurus “dapur”nya orang lain.
  2. Jalur yang dijalani berbeda. Jika jalur bus menggunakan jalur Cirebon – Sumedan – Bandung maka kereta api menggunakan jalur Cirebon – Cikampek – Purwakarta – Bandung.

Sangat diharapkan peran masyarakat yang berkepentingan dengan transportasi Cirebon – Bandung untuk melakukan tekanan kepada pihak ORGANDA JABAR dan DISHUB JABAR untuk melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap keputusannya. Kepada DIRJENHUBDAR dan DIRJENKA termasuk GUBERNUR JABAR diminta untuk melakukan klarifikasi terhadap keputusan KA DISHUB JABAR yang lebih mementingkan kepentingan sepihak dan mengorbankan kepentingan masyarakat dan orang lain.

Kepada Direksi PT KA (Persero) juga diminta untuk dapat bertindak tegas dan berani dalam mengambil keputusan terutama terkait dengan penghargaan terhadap inovasi untuk meningkatkan pendapatan. Secara pribadi menilai bahwa penggantian Direksi ini tidak akan membawa dampak yang berarti bagi perkembangan perusahaan dengan tolok ukur tidak tegasnya Direksi dalam mengambil keputusan alias mencla-mencle.

Kesimpulannya semua pihak harus mampu mengkaji permasalahan ini secara komprehensif tanpa berat sebelah pada salah satu pihak dan memandang masalah secara obyektif. Biaya promosi untuk pengoperasian kereta api Bandung Ekspres telah banyak dikeluarkan dan hanya menjadi pengeluaran yang sia-sia hanya untuk melakukan pembodohan masyarakat.

5 Responses to “Demi Kepentingan Birokrasi, Kepentingan Masyarakat Dikorbankan”


  1. 1 linusfans 02/03/2009 pukul 07:55

    Salam kenal dari Linus Airways…
    Mampir ke blog linus ya… terima kasih
    sukses selalu untuk Anda

  2. 2 pamin 02/03/2009 pukul 18:52

    bukan karena saya ini pecinta KA….
    tapi benar kok angkutan bus maupun angkot di wil jabar sudah tdk memungkinkan lagi mengingat sudah cukup padat, mahal,pelayanan kurang memuaskan, menganggu lalulintas suka bikin macet…
    alangkah baiknya kita kembali ke KA aja walaupun nantinya klas ekonomi tetapi masih lebih nyaman dan cepat serta murah dan merakyat…
    klo hanya alasan si sopir itu br sebagian aja…kan sopir doang yg protes…rakyat laennya kan ngk….mang rakyat sopir doang…?
    klo d bilang mengurangi pendapatan kenapa dari dulu tuh jalan raya masih banyak yg berlobang…
    suatu alasan yg ngk tepat…
    contohnya jalur tol Cipularang toh aman2 aja…

  3. 3 agus 02/03/2009 pukul 21:17

    yah…
    beneran nih ga jadi???
    padahal pagi ini mo nyobain naek dr cirebon jam 05.15😦
    weleh weleh piye tho???

    emang blon ada tanggapan ato balasan di dirut PT KAI?
    masa’ diem aja pak???
    klo nggak brani, mending mundur aja…
    malu ama pegawai PT KAI!!!
    yg dibawah dah smangat, yg diatas loyooo, gmn atuh???

    btw, nurut saya analisis dr mas totok nih bener adanya, nggak ada salahnya PT KAI buka jalur baru, toh masyarakat sbg pengguna pasti memilih layanan terbaik kan?

    kalo emang ntar bandung ekspress ga memuaskan, pasti orang tetep naik bis ato travel, dan sebaliknya…

    lagian jalur tempuhnya dah beda, otomatis sasaran pengguna jasa jg beda kan?

    TRUS APA YG PERLU DIRESAHIN??? KAYAK GA BISA BIKIN REASON YG LBH MASUK AKAL AJA???

    JGN MAUNYA MONOPOLI DONK, DAH GA JAMANNYA BOS!!!

    ato…
    jgn2 kadishub jabar punya “saham” nih di PO yg nglayanin cirebon-bandung…
    sapa tau???
    hehehe…

    maaf sebelumnya…

  4. 4 totok 03/03/2009 pukul 06:24

    tadi pagi di CN dah ada lk 40 org, AWN 8 org, JTB 23 org en HGL 10 org yg mo ke BD tp batal krn KA nya ditunda …. mereka ada yg marah2 krn merasa dibohongin PT KA … krn keputusan kabar penundaan dikirim senin sore (tgl 2 maret) jam 14.30 … jd gak sempet sosialisasi penundaan ….

    temen-temenku sekarang dah nggak mau tau … mau jalan kek atw batal kek …. mau jalan terserah mau batal sterusnya terserah …. aku juga jadi apatis ngadepin situasi kayak gini …

  5. 5 aditya 18/03/2009 pukul 04:32

    ini namanya takut akan persaingan, padahal mutu pelayanan akan meningkat jika ada persaingan, so dengan begitu tiap moda kan berlomba-lomba untuk berinovasi memberikan layanan terbaik bagi masyarakat

    so dengan tidak adanya persaingan justru akan merugikan masyarakat banyak (baca : penumpang)


Comments are currently closed.



JUMLAH KUNJUNGAN

  • 40,155 hits

KATEGORI ARTIKEL

9802 UMUM WARTA

GALERI FOTO DI FLICKR

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: